Sabtu, 12 Januari 2013

Perpustakaan Freedom


Perpustakaan Freedom

Jl. Proklamasi No.41 Menteng Jakarta Pusat 10320
Telepon: (021) 31909226
Fax: (021) 31909227
Website: http://www.freedom-institute.org
E-mail: office[at]freedom-institute.org




PENDAHULUAN
Perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.
Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:
a.       Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan;
b.      Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu    pengetahuan, kehidupan sosial dan politik;
c.       Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk  anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik;
d.      Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia
                                                       
PERPUSTAKAAN FREEDOM
Perpustakaan Freedom merupakan perpustakaan yang Open Access , kita dapat memilih dan mengambil sendiri buku yang hendak kita baca. Perpustakaan sebagai suatu sistem yang menyediakan kemudahan bagi seseorang dalam memperoleh acuan bahan ajar dan bahan pengembangan ilmu pengetahuan dirancang secara ekstensif.
Koleksi-koleksi di perpustakaan freedom di dapat dari berbagai macam cara seperti hibah,pembelian,tukar menukar, dan juga menerbitkan buku sendiri. Dan Koleksi-koleksinya mencakup bidang-bidang filsafat, agama, sosiologi, politik, ekonomi, studi-studi tentang demokrasi dan transisi ke demokrasi di sejumlah negara, globalisasi, dan sastra. Koleksi akan terus diperbaharui sehingga dapat mencakup literatur-literatur baru yang terbit paling mutakhir. Perpustakaan Freedom mencoba untuk menyediakan koleksi yang paling terakhir dalam bidang-bidang yang menjadi fokusnya. Tidak hanya buki yang di sediakan di sana tetapi perpustakaan itu juga menyadiakan Terbitan berkala seperti Perpustakaan melanggan majalah, surat kabar, data statistik, dan puluhan jurnal ilmiah dari dalam dan luar negeri. Perpustakaan freedom ini juga mengumpulkan makalah seminar yang di selenggarakan freedom institute.
            System penyimpanan di rak menggunakan DDC namun ada perbedaan system kasifikasi perpustakaan ini dengan perpustakaan yang lainnya yaitu call number di bedakan berdasarkan nomer urut, dan tidak mencantumkan nama pengarang, karena bertujuan untuk memudahkan pengunjung.
          Bagian pengolahan dilakukan hal seperti perpustakaan biasa yaitu ketika buku datang langsung di catat di buku induk, lalu di input, di stempel, dan terakhir di berikan alarm security. Ya perpustakaan ini hanya memberikan layanan baca di tempat.
Fasilitas atau layanan yg di berikan oleh perpustakaan freedom adalah
  1.  Information desk (penelusuran koleksi perpustakaan)
    1. Penelusuran koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan Freedom
    2. Penelusuran koleksi yang dimiliki oleh Jaringan Perpustakaan yakni jaringan kerjasama antara Perpustakaan Freedom, Perpustakaan Yayasan Aksara, Perpustakaan CSIS, Perpustakaan Utan Kayu, Perpustakaan Filsafat Universitas Indonesia, dan Perpustakaan Universitas Paramadina.
  2. Current awareness service
    Pengiriman informasi daftar buku terbaru via e-mail
    Daftar Surat Berkala
  3. Fotokopi **
    Layanan fotokopi dengan harga terjangkau serta menyediakan fasilitas pemesanan fotokopi via telepon, e-mail atau yahoo messenger.

Prosedur pemesanan:
    1. Pemesanan lewat telepon, e-mail, atau yahoo messenger, sertakan data Anda (nama, no telepon, alamat dan data buku yang akan difotokopi)

      ** Layanan ini tersedia pada jam kantor (09.00 - 19.00)
    2. Lakukan pembayaran ke rekening kami:
      BANK BNI
      NO REKENING: 000 306 4552
      NAMA: UJANG SARIPUDIN
    3. Konfirmasi pembayaran (sertakan bukti pembayaran)
  1. Pertanyaan mengenai koleksi dan pelayanan perpustakaan Freedom dapat dilakukan melalui:
    1. Telepon: 021 3100349
    2. SMS: 081513 111 006 layanan baru
    3. E-mail: perpustakaan[at]freedom-institute[dot]org
    4. Yahoo Messenger: perpustakaan_freedom 

SIFAT dari MANAJEMEN STRATEGIS


Dalam tulisan kali ini saya akan membahas SIFAT dari MANAJEMEN STRATEGIS
APA YANG DISEBUT MANAJEMEN STRATEGIS?
Mendefinisikan Manajemen Strategis. Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengentahuan untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya. Istilah manajemen strategis dipakain di banyak perguruan  tinggi dan universitas sebagai subjudul untuk kuliah puncak dalam administrasi bisnis, Kabijakan Bisnis, yang memedukan material dari semua kuliah bisnis. Pertimbangan untuk ergabung dengan Strategic Management Club Online dengan alamat www.strategyclub.com yang menawarkan banyak manfaat untuk mahasiswa kebijakan bisnis.

Tahap-tahap Dalam Manajemen Strategis. Proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahap:
1)    Perumusan stategis termasuk  mengembangkan misi bisnis, mengenal peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan obyektif jangka panjang, meghasilkan strategi alternatif, dan memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan.
Keputusan  perumusan strategi mengikat suatu organisasi pada produk, pasar, sumber daya, dan teknologi spesifik selama periode waktu tertentu. Strategi menetapkan keunggulan bersaing jangka panjang. Apapun yang akan terjadi, keputusan strategis mempunyai konsekuensi berbagai fungsi utama dan pengaruh jangka panjang pada suatu organisasi.
2)   Impelmentasi strategi sering disebut tahap tindakan manajemen strategi. Strategi implementasi berarti memobilisasi karyan dan manajer untuk mengubah strategi yang dirumuskan menjadi tindakan.  Sering dianggap sebagai tahap palng sulit dalam manajemen strategis, implementasi strategis memerlukan disiplin pribadi, komitmen, dan pengorbanan.  Keberhasilan implementasi strategi tergantung pada kemampuan manajer untuk memotivasi karyawan, yang lebih merupakan seni ketimbang pengetahuan. Strategi yang dirumuskan tetapi tidak diimplementasikan sama sekali tidak ada gunanya.
3)   Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategis. Para manajer sangat perlu mengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik; evaluasi strategi terutama berarti usaha untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor eksternal dan internal selali berubah. Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah (1) meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar  strategiyang sekarang, (2) mengukur prestasi, (3) mengambil tindakan korektif. Evaluasi strategi diperlukan karena keberhasilan hari ini bukan merupakan jaminan keberhasilan d imasa yang depan! Keberhasilan selalu menciptakan masalah baru dan berbeda; organisasi yang merasa puas akhirnya mati.
Aktivitas perumusan strategi, implementasi, dan evaluasi terjadi di tiga tingkat hierarki dalam organisasi yang besar: korporasi, divisi atau unit bisnis strategis, dan fungsional. Dengan memperkuat komunikasi dan interaksi di antara manajer dan karyawan di seluruh tingkat hierarki, manajemen strategi membantu fungsi manajemen sebagai tim bersaing. Sebagian besar bisnis kecil dan beberapa bisnis besar tidak mempunyai divisi atau unit bisnis strategis, mereka hanya mempunyai tingkat korporasi dan fungsional. Sekalipun demikian, manajer dan karyawan di kedua tingkat ini seharusnya dilibatkan secara aktif dalam aktivitas manajemen strategis.

Istilah Kunci dalam Manajemen Strategis
Ahli Strategi adalah orang orang yang paling bertanggung jawab atas sukses atau gagalnya organisasi. Ahli strategi mempunyai jabatan yang berbeda-beda, seperti CEO, presiden, pemilik, Ketua Dewan, direjtur eksekutif, kansiler, dekan, atau wiraswasta.
Jonas, Fry, dan Srivastva mengatakan bahwa tiga tanggung jawab utama ahli strategi dalam organisasi asalah menciotakan konteks untuk perubahan, membangun komitmen dan kepemilikan, serta menyeimbangkan stabilitas dan inovasi.
Pernyataan Misi adalah “pernyataan jangka panjang mengenai tujuan yang menbadakan sebuah bisnis dari perusahaan lain yang serupa. Sebuah pernyataan misi mengidentifikasi cakupan dari operasi perusahaan dalam istilah produk dan pasar.” Pernyataan misi menjawab pertanyaan mendasar yang dihadapi oleh semua ahli strategi: “Apa sebenaranya bisnis kita?” Pernyataan misi yang jelas menguraikan nilai-nilai dan prioritas dalam suatu organisasi. Mengembangkan misi bisnis memaksa ahli strategi untuk berfikir mengenai sifat dan cakupan operasi saat ini dan untuk menilai daya tarik potensial dari pasar dan aktivitasmasa depan. Suatu pernyataan misi secara langsung menggambarkan arah suatu organisasi di masa depan.
Sasaran Jangka Panjang Sasaran dapat ditentukan sebagai hasil spesifik yang ingin dicapai sebuah organisasi dengan melakukan misi dasarnya. Jangka panjang berarti lebih dari satu tahun. Sasaran perlu untuk keberhasilan organisasi karena menyatakan arah; membantu dalam evaluasi; menciptakan sinergi; mengungkapkan prioritas; memfokuskan koordinasi; dan menyediakan dasar untuk perencanaan, organisasi, memotivasidan mengendalikan aktivitas secara efektif. Sasaran harus menantang, dapat diukur, konsisten, pantas dan jelas.
Strategi merupakan cara untk mencapai sasaran jangka panjang. Strategi bisnis dapat termasuk peluasan geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk,, penetrasi pasar,pengurangan, divestasi, likuidasi, dan usaha patungan.

Sumber : diambil pada buku Manajemen Strategis|Konsep. Edisi ketujuh. Fred R. David.

Rabu, 19 Desember 2012

KONSEP DAN ALIRAN SEJARAH KOPERASI

       KONSEP KOPERASI
A.     KONSEP KOPERASI BARAT
Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan dengan maksud menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi .
Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat
Ø  Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara saling membantu dan saling menguntungkan
Ø  Setiap individu dg tujuan yang sama mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama
Ø  Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati
Ø  Keuntungan yang belum didistribusikan dimasukkan sebagai cadangan koperasi

B.     KONSEP KOPERASI SOSIALIS
Koperasi direncanakan dan dikendalikan olehpemerintah dan dibentuk dengan tujuanmerasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.koperasi tidak berdiri untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis.
C.      KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG
• Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
• Perbedaan dengan Konsep Sosialis :
Konsep Sosialis : tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif

Konsep Negara Berkembang : tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya

2.    LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI

*      Keterkaitan Ideologi, SistemPerekonomian dan Aliran Koperasi
*      Aliran Koperasi

Aliran Koperasi
*      Aliran Yardstick
*      Aliran Sosialis
*      Aliran Persemakmuran (Commonwealth)

Aliran Yardstick
ü  Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal.
ü  Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi
ü  Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri
ü  Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industry berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman,
ü  Belanda dll.
Aliran Sosialis
ü  Koperasi dipandang sebagai alat yang  paling efektif untuk mencapai kesejahteraan     masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
ü  Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia
Aliran Persemakmuran
(Commonwealth)
ü  Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
ü  Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
ü  Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, diman pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.


3.    SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI
1.      SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI
•  1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modernyang berkembang dewasa ini. Th 1852 jumlahkoperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit
•  1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “TheCooperative Whole Sale Society (CWS)
•  1818 – 1888 koperasi berkembang di Jermandipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W.
Raiffesen
•  1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmarkdipelopori oleh Herman Schulze
• 1896 di London terbentuklah ICA (InternationalCooperative Alliance) maka koperasi telah menjadisuatu gerakan internasional
2.      Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia
•    1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus Tahun Koperasi di Indonesia”). Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto dkk mendirikan Bank Simpan Pinjam untuk menolong teman sejawatnya para pegawai negeri pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang. Bank Simpan Pinjam tersebut, semacam Bank Tabungan jika dipakai istilah UU No.14 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan, diberi nama “DePoerwokertosche Hulp-en Spaarbank derInlandsche H
oofden” = Bank Simpan Pinjam para ‘priyayi’ Purwokerto. Atau dalam bahasa Inggris “the Purwokerto Mutual Loan and Saving Bank for Native Civil Servants”
•    1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviseur voor Volks-credietwezen.Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat di Indonesia.
•    12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya
•    1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 140 tentang Penyaluran Bahan pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.
•    1961, diselenggarakan Musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan
Prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin
•    1965, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 14 th 1965, dimana prinsip NASAKOM (Nasionalis, Sosialis dan Komunis) diterapkan di Koperasi. Tahun ini juga dilaksanakan Munaskop II di Jakarta
•    1967 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 12 tahun 1967 tentang Pokok Pokok Perkoperasian disempurnakan dan diganti dengan UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian
•    Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1995 tentang kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Koperasi

Kamis, 06 Desember 2012

Evaluasi Keberhasilan Koperasi dilihat dari Sisi Anggota


 A. EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukankoperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.
Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.

B. EFEK HARGA DAN EFEK BIAYA
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
C. Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.
D. Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang dating terutama dari anggota koperasi.

Sumber :
chalidafathia.blogsopt.com

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Perusahaan


1. Efisiensi Perusahaan Koperasi

Koperasi merupakan badan usaha yang di landasi dengan kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.

• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan
pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas
serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat
ekonomi.

• Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara
membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input
realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien). Efesiensi koperasi adalah suatu teori yang membahas tentang suatu hasil yang sesuai dengan kemauan dan harapan yang akan membuahkan hasil maksimal.
Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :

(1) Manfaat ekonomi langsung (MEL)
(2) Manfaat ekonomi tidak langsung (METL) MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya. METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.

• Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL MEN = (MEL + METL) – BA

• Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut :

MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU METL = SHUa

Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:

1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota (TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan Anggaran biaya pelayanan = Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota

2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota (TEBU) = Realisasi biaya usaha Anggaran biaya usaha Jika TEBU Oa di sebut efektif.
Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif


2. Efektivitas Koperasi

Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os Oa di sebut efektif.

Rumus Perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :

EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL

Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK1, Berarti Efektif.



3. Produktivitas Koperasi

Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) disebut produktif.
Rumus perhitungan produktivitas perusahaan koperasi :
PPK = S H U X 100%
Modal koperasi
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 118,432,448
= Rp. 86.62
Dari hasil ini dimana PPK > 1 maka koperasi ini adalah produktif.

RENTABILITAS KOPERASI
Untuk mengukur tingkat rentabilitas koperasi KSU SIDI maka digunakan rumus perhitungan sebagai berukut:
Rentabilitas = S H U X 100%
AKTIVA USAHA
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 518,428,769
Rp. 19.79 %
Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa setiap Rp.100,- aktiva usaha mampu menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp.19.79,-. Hal ini berarti koperasi KSU SIDI Sanur mampu mengembangkan usahanya dengan baik kea rah yang meningkat.
4. Analisis Laporan Koperasi
Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan Koperasi berisi
(1) Neraca,
(2) perhitungan hasil usaha (income statement),
(3) Laporan arus kas (cash flow),
(4) catatan atas laporan keuangan
(5) Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.
Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.
Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.


4. Analisis Laporan Koperasi

Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan Koperasi berisi

(1) Neraca,

(2) Perhitungan hasil usaha (income statement),

(3) Laporan Arus Kas (cash flow),

(4) Catatan Atas Laporan Keuangan

(5) Laporan Perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.

a) Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.

b) Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.

c) Demikian penulisan ini tidak untuk bertujuan komersil tetapi untuk penambahan nilai dalam menunjang mata kuliah adaptif softskill mengenai ekonomi koperasi. Semoga penulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam mengembangkan koperasi dengan mengevaluasi kembali manfaat dari hasil yang diberikan dalam koperasi yang dilihat dari sisi perusahaan.

JENIS DAN BENTUK KOPERASI


  I.            Jenis Koperasi
Menurut PP 60 Tahun 1959:
a)      Koperasi Desa                
koperasi yang menjalankan usahanya di desa-desa. Koperasi ini biasa disebut dengan koperasi unit desa (KUD).
b)      Koperasi Pertanian
koperasi yang beranggotakan petani, pemilik tanah, penggarap ,buruh tani dan serta orang-orang yang mata pencahariannya berhubungan dengan pertanian.
c)      Koperasi Peternakan
koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha dan buruh ternak yang mata pencahariannya berhubungan dengan peternakan.
d)      Koperasi Perikanan
koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha,pemilik,buruh/nelayan yang berkepentingan serta mata pencaharianya berhubungan dengan perikanan.
e)      Koperasi Kerajinan/Industri
koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha, pemilik alat-alat produksi dan buruh yang berkepentingan serta mata pencahariannya berhubungan dengan kerajinan
f)       Koperasi Simpan Pinjam
koperasi yang mempunyai kepentingan untuk menyimpan dana dan memberikan pinjaman sejumlah uang untuk keperluan para anggotanya
g)      Koperasi Konsumsi
koperasi yang dalam kegiatan usahanya menyediakan kebutuhan akan barang-barang sehari-hari.
Menurut Teori Klasik:
1. Koperasi pemakaian
koperasi yang dalam kegiatan usahanya menyediakan kebutuhan primer bagi anggota-anggotanya atau bisa juga dalam bentuk barang lainnya.
2. Koperasi penghasil atau Koperasi produksi
Koperasi Perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa, dimana yang bekerja dalam Koperasi tersebut adalah Karyawan/pegawai perusahaan itu sendiri.
3. Koperasi Simpan Pinjam
koperasi yang mempunyai kepentingan untuk menyimpan dana dan memberikan pinjaman sejumlah uang untuk keperluan para anggotanya/non anggota
     
II.            Ketentuan Penjenisan Koperasi sesuai UU No. 60/1956
  1. Penjenisan Koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas /kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.
  2. Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepetingan dan perkembangan Koperasi Indonesia, di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingkat.
III.            Bentuk Koperasi
  1. Sesuai PP No. 60/1959
1)      Koperasi Primer
dibentuk sekurang-kurangnya 20 orang yang telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan.
2)      Koperasi Pusat
koperasi yang terdiri dari sekurang-kurangnya 5 koperasi primer yang berbadan hukum.
3)      Koperasi Gabungan
koperasi yang terdiri dari sekurang-kurangnya 3 pusat koperasi yang berbadan hukum.
4)      Koperasi Induk
 koperasi yang terdiri dari sekurang-kurangnya 3 gabungan koperasi yang berbadan hukum.
2. Sesuai Wilayah Administrasi Pemerintah
    • Di tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa
    • Di tiap Daerah  Tingkat II ditumbuhkan  Pusat Koperasi
    • Di tiap  Daerah Tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi
    • Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi
3.Koperasi Primer dan Sekunder
1. Koperasi Primer
koperasi yang beranggotakan orang seorang dengan jumlah minimalnya 20 orang yang memiliki kepentingan yang sama.
2. Koperasi Sekunder
koperasi yang dibentuk oleh sekurang-kurangnya tiga koperasi yang berbadan hukum.