Sabtu, 12 Januari 2013

SIFAT dari MANAJEMEN STRATEGIS


Dalam tulisan kali ini saya akan membahas SIFAT dari MANAJEMEN STRATEGIS
APA YANG DISEBUT MANAJEMEN STRATEGIS?
Mendefinisikan Manajemen Strategis. Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengentahuan untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya. Istilah manajemen strategis dipakain di banyak perguruan  tinggi dan universitas sebagai subjudul untuk kuliah puncak dalam administrasi bisnis, Kabijakan Bisnis, yang memedukan material dari semua kuliah bisnis. Pertimbangan untuk ergabung dengan Strategic Management Club Online dengan alamat www.strategyclub.com yang menawarkan banyak manfaat untuk mahasiswa kebijakan bisnis.

Tahap-tahap Dalam Manajemen Strategis. Proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahap:
1)    Perumusan stategis termasuk  mengembangkan misi bisnis, mengenal peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan obyektif jangka panjang, meghasilkan strategi alternatif, dan memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan.
Keputusan  perumusan strategi mengikat suatu organisasi pada produk, pasar, sumber daya, dan teknologi spesifik selama periode waktu tertentu. Strategi menetapkan keunggulan bersaing jangka panjang. Apapun yang akan terjadi, keputusan strategis mempunyai konsekuensi berbagai fungsi utama dan pengaruh jangka panjang pada suatu organisasi.
2)   Impelmentasi strategi sering disebut tahap tindakan manajemen strategi. Strategi implementasi berarti memobilisasi karyan dan manajer untuk mengubah strategi yang dirumuskan menjadi tindakan.  Sering dianggap sebagai tahap palng sulit dalam manajemen strategis, implementasi strategis memerlukan disiplin pribadi, komitmen, dan pengorbanan.  Keberhasilan implementasi strategi tergantung pada kemampuan manajer untuk memotivasi karyawan, yang lebih merupakan seni ketimbang pengetahuan. Strategi yang dirumuskan tetapi tidak diimplementasikan sama sekali tidak ada gunanya.
3)   Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategis. Para manajer sangat perlu mengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik; evaluasi strategi terutama berarti usaha untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor eksternal dan internal selali berubah. Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah (1) meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar  strategiyang sekarang, (2) mengukur prestasi, (3) mengambil tindakan korektif. Evaluasi strategi diperlukan karena keberhasilan hari ini bukan merupakan jaminan keberhasilan d imasa yang depan! Keberhasilan selalu menciptakan masalah baru dan berbeda; organisasi yang merasa puas akhirnya mati.
Aktivitas perumusan strategi, implementasi, dan evaluasi terjadi di tiga tingkat hierarki dalam organisasi yang besar: korporasi, divisi atau unit bisnis strategis, dan fungsional. Dengan memperkuat komunikasi dan interaksi di antara manajer dan karyawan di seluruh tingkat hierarki, manajemen strategi membantu fungsi manajemen sebagai tim bersaing. Sebagian besar bisnis kecil dan beberapa bisnis besar tidak mempunyai divisi atau unit bisnis strategis, mereka hanya mempunyai tingkat korporasi dan fungsional. Sekalipun demikian, manajer dan karyawan di kedua tingkat ini seharusnya dilibatkan secara aktif dalam aktivitas manajemen strategis.

Istilah Kunci dalam Manajemen Strategis
Ahli Strategi adalah orang orang yang paling bertanggung jawab atas sukses atau gagalnya organisasi. Ahli strategi mempunyai jabatan yang berbeda-beda, seperti CEO, presiden, pemilik, Ketua Dewan, direjtur eksekutif, kansiler, dekan, atau wiraswasta.
Jonas, Fry, dan Srivastva mengatakan bahwa tiga tanggung jawab utama ahli strategi dalam organisasi asalah menciotakan konteks untuk perubahan, membangun komitmen dan kepemilikan, serta menyeimbangkan stabilitas dan inovasi.
Pernyataan Misi adalah “pernyataan jangka panjang mengenai tujuan yang menbadakan sebuah bisnis dari perusahaan lain yang serupa. Sebuah pernyataan misi mengidentifikasi cakupan dari operasi perusahaan dalam istilah produk dan pasar.” Pernyataan misi menjawab pertanyaan mendasar yang dihadapi oleh semua ahli strategi: “Apa sebenaranya bisnis kita?” Pernyataan misi yang jelas menguraikan nilai-nilai dan prioritas dalam suatu organisasi. Mengembangkan misi bisnis memaksa ahli strategi untuk berfikir mengenai sifat dan cakupan operasi saat ini dan untuk menilai daya tarik potensial dari pasar dan aktivitasmasa depan. Suatu pernyataan misi secara langsung menggambarkan arah suatu organisasi di masa depan.
Sasaran Jangka Panjang Sasaran dapat ditentukan sebagai hasil spesifik yang ingin dicapai sebuah organisasi dengan melakukan misi dasarnya. Jangka panjang berarti lebih dari satu tahun. Sasaran perlu untuk keberhasilan organisasi karena menyatakan arah; membantu dalam evaluasi; menciptakan sinergi; mengungkapkan prioritas; memfokuskan koordinasi; dan menyediakan dasar untuk perencanaan, organisasi, memotivasidan mengendalikan aktivitas secara efektif. Sasaran harus menantang, dapat diukur, konsisten, pantas dan jelas.
Strategi merupakan cara untk mencapai sasaran jangka panjang. Strategi bisnis dapat termasuk peluasan geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk,, penetrasi pasar,pengurangan, divestasi, likuidasi, dan usaha patungan.

Sumber : diambil pada buku Manajemen Strategis|Konsep. Edisi ketujuh. Fred R. David.

1 komentar: